Etos dan Religiusitas Orang Madura | Suara Terkini dari Madura

Etos dan Religiusitas Orang Madura

Masih ingat lirik lagu Madura “Ollè Olang”, didalamnya terselip saloka “abhântal ombâ’ asapo’ angèn” (berbantal ombak berselimut angin), sebuah penggambaran sikap hidup orang Madura yang dinamis, enerjik dan tabah untuk menghadapi berbagai tantangan dan cobaan. Hidup harus dihadapi dengan kerja keras. Ungkapan ini merupakan penggambaran etos orang Madura.

Selain itu, orang Madura dikenal religius, toleran dan taat; dalam saloka diungkap “abhântal syahadat asapo’ iman” (berbantal syahadat berselimut iman) serta diwajibkan menjaga tatakrama dan budi pekerti yang baik. Sebaliknya bila tidak menjalankan disebut “edhina pangèranna”.

Terkait dengan ketaatan, kerap para tokoh berpesan: “orèng sè andi’ tatakrama rèya akantha pèssè singgapun, ekabâlânjhâ’â è dimma hbâi paju” (orang yang punya tatakrama itu seperti uang Singapura (dollar), dibelanjakan dimanapun masih laku), maksudnya, orang yang berbudi pekerti yang baik, dimanapun ia berada akan diterima dengan suka cita, sebab “odi’ è dhunnya rèya akantha nètè obu’” (hidup di dunia ini seperti meniti rambuat) sedikit saja salah melangkah akan tergelincir dalam kenistaan

Karakteristik yang dipandang tangguh dan teguh ini menguatkan indentitas kesukuan masyarakat Madura, dan cenderung berusaha keras untuk mewujudkan impiannya, meski harus melewati pasang surut dan hantaman ombak untuk mencapai tujuan.(syaf)
Lebih baru Lebih lama