Pulau Madura Diguncang Gempa Bumi | Suara Terkini dari Madura

Pulau Madura Diguncang Gempa Bumi

Posisi gempa (foto: Kumparan)
Madura Aktual, Pulau Madura bagian barat, Jawa Timur sempat diguncang gempa berkekuatan 3,7 magnitudo. Gempa ini cukup mengagetkan warga, akibatnya  banyak  panik dan berhamburan keluar rumah.

"Peristiwa gempa bumi Madura ini memang cukup unik sekaligus langka, karena memang sangat jarang di Madura terjadi gempa bumi dirasakan,” jelas Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG DR Daryono, Senin (20/2) seperti diberitakan Kumparan

Catatan aktivitas kegempaan di BMKG menunjukkan bahwa wilayah Madura merupakan kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan yang rendah (low seismicity).

 “Gempa terjadi pada koordinat 7,20 LS - 113,09 BT, tepatnya di darat pada jarak 18 kilometer arah barat Kota Sampang pada kedalaman 10 kilometer sekitar pukul 13.14 WIB,” jelasnya lagi..

Menurut Daryono, ditinjau dari kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Dugaan sementara yang menjadi pembangkit gempa bumi ini adalah aktivitas Sesar Naik Rembang yang membujur dari Jawa Timur bagian utara yang menerus ke arah timur dan menyeberang Selat Madura dan mencapai bagian barat Sampang.

"Ini didukung oleh hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh adanya penyesaran yang merupakan kombinasi antara sesar mendatar dan naik (oblique naik)," tambah Daryono.

BMKG mencatat, meskipun di Madura terdapat beberapa catatan aktivitas gempa bumi, tetapi kekuatannya kecil dan tidak dirasakan. Sehingga wajar jika beberapa warga mengatakan bahwa baru sekali ini mereka merasakan gempa bumi. Patut disyukuri bahwa kekuatan gempa bumi ini relatif kecil sehingga tidak berpotensi merusak.

"Hingga laporan ini dibuat pukul 02.00 WIB hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Kepada warga di Sampang dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkas Daryono. (*)




Lebih baru Lebih lama