![]() |
| Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. |
Madura_Aktual, Pamekasan; Rencana Madura menjadi Provinsi yang mulai mengemuka dalam beberapa tahun terakhir, mendapat respon positif dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.
Bahkan pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, juga mengaku rela Madura lepas dari Provinsi Jawa Timur selama tetap berorientasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak hanya sekedar dari kepentingan semata.
"Kenapa tidak rela jika (lepas dari provinsi Jatim dan mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Madura) demi kesejahteraan rakyat," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di Pamekasan, Kamis (15/3/2017).
Tidak hanya itu, pria yang juga digadang-gadang bakal mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim Periode mendatang. Juga menilai gagasan tersebut cukup positif. "Menurut kami (Madura jadi Provinsi) bagus, sehingga jika terwujud bisa mensejahterahkan masyarakat," ungkapnya.
Rencana Madura menjadi provinsi sementara terkendala pemekaran, sebab saat ini hanya memiliki empat kabupaten saja melipuuti Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep. Tinggal satu kabupaten lagi untuk menyesuaikan dengan regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.
"Pemekaran itu tidak semudah membalikan telapak tangan, kami belum tahu pasti soal (pemekaran) itu. Tapi kami rela (lepas dari Provinsi Jatim) selama dilakukan demi kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Selain itu, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti tentang proposal pembentukan provinsi yang diajukan oleh para penggagas. Termasuk soal rencana pemekaran yang digadang-gadang bakal diterapkan di kabupaten Sumenep.
"Jadi tidak masalah dengan provinsi Madura, tinggal dilengkapi sesuai dengan tahapan. Kerena yang memungkinkan (pemekaran) di Sumenep, apalagi kan luas. Terpenting mempercepat kesejahteraan," jelasnya.
Namun dari berbagai gagasan tersebut, masih dibutuhkan grand desain pembangunan kedepan. Karena pihaknya menilai tidak akan maksimal saat gagasan tersebut tidak didukung dengan tahapan dan data konkrit.
"Masih ada yang perlu disiapkan untuk pembangunan Madura, salah satunya grand desain. Karena bagaimanapun fisiknya maju juga harus ditunjang dengan masyarakat yang maju, tentunya dengan harapan masyarakat berkualitas," pungkasnya. [beritajatim.com]
Bahkan pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, juga mengaku rela Madura lepas dari Provinsi Jawa Timur selama tetap berorientasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak hanya sekedar dari kepentingan semata.
"Kenapa tidak rela jika (lepas dari provinsi Jatim dan mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Madura) demi kesejahteraan rakyat," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di Pamekasan, Kamis (15/3/2017).
Tidak hanya itu, pria yang juga digadang-gadang bakal mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim Periode mendatang. Juga menilai gagasan tersebut cukup positif. "Menurut kami (Madura jadi Provinsi) bagus, sehingga jika terwujud bisa mensejahterahkan masyarakat," ungkapnya.
Rencana Madura menjadi provinsi sementara terkendala pemekaran, sebab saat ini hanya memiliki empat kabupaten saja melipuuti Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep. Tinggal satu kabupaten lagi untuk menyesuaikan dengan regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.
"Pemekaran itu tidak semudah membalikan telapak tangan, kami belum tahu pasti soal (pemekaran) itu. Tapi kami rela (lepas dari Provinsi Jatim) selama dilakukan demi kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Selain itu, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti tentang proposal pembentukan provinsi yang diajukan oleh para penggagas. Termasuk soal rencana pemekaran yang digadang-gadang bakal diterapkan di kabupaten Sumenep.
"Jadi tidak masalah dengan provinsi Madura, tinggal dilengkapi sesuai dengan tahapan. Kerena yang memungkinkan (pemekaran) di Sumenep, apalagi kan luas. Terpenting mempercepat kesejahteraan," jelasnya.
Namun dari berbagai gagasan tersebut, masih dibutuhkan grand desain pembangunan kedepan. Karena pihaknya menilai tidak akan maksimal saat gagasan tersebut tidak didukung dengan tahapan dan data konkrit.
"Masih ada yang perlu disiapkan untuk pembangunan Madura, salah satunya grand desain. Karena bagaimanapun fisiknya maju juga harus ditunjang dengan masyarakat yang maju, tentunya dengan harapan masyarakat berkualitas," pungkasnya. [beritajatim.com]
Tags:
Fokus
