Madura_Aktual; Pulau garam kecil di ujung timur jawa yang biasa disebut Madura. Pulau yang banyak melahirkan orang-orang hebat namun tak diketahui banyak orang. Pulau yang menyimpan banyak keindahan alam yang tersembunyi.
Sangat banyak di luar sana yang menganggap bahwa masyarakat Madura itu adalah orang yang tidak mempunyai intelektual tinggi. Bagi mereka orang Madura hanya identik dengan hal – hal yang berkaitan dengan kekerasan dan kurang berpendidikan. Padahal jika mau di kaji secara detail dan teliti anggapan mereka itu kurang betul karena sejatinya sangat banyak putra kelahiran Madura yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Salah satunya di bidang pendidikan berikut ini
Pemuda jenius asal Desa Plakpak Pamekasan yang hobi baca ini memang penggemar berat ilmu fisika. Berkat itu pulalah, anak pertama pasangan Abd. Latif dan Nurrahmah ini meraih berbagai kejuaraan bidang studi fisika. Tak hanya itu , dia juga pernah merebut juara bidang studi lainnya.
Pada tahun 2006 yang lalu Andy Octavian Latif sukses mengharumkan Nama Indonesia di Kancah dunia atas keberhasilannya meraih medali emas pada ajang International Physics Olympiad (IPhO) atau Olimpiade Fisika International ke-37 di Singapura.
Empat anak muda asal Madura berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka adalah M. A Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi, dan Achmad Dany Romadhon, empat mahasiswa Universitas Trunojoyo yang tergabung dalam tim None Developers.
Pada ajang Imagine Cup 2016 yang diselenggarakan Microsoft di Seattle, Washington, AS, None Developers berhasil menyabet juara kedua untuk kategori Games. Mereka berlomba melawan 35 tim pelajar dari negara-negara lain, sebagaimana tertera pada keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (29/7/016).
Amel Aena Pratiwi Terpilih sebagai Duta Anak indonesia pada tahun 2013
Amel adalah alumnus SMPN I Bangkalan. Dia menjadi wakil Jawa Timur pada Kongres Anak Indonesia XII. Dalam kegiatan
itulah Amel kemudian terpilih sebagai duta anak.
Di usianya yang baru 15 tahun, Amel begitu cerdas. Dia berani bicara, lugas, dan percaya diri. Amel mampu menyuarakan berbagai hal mengenai pentingnya pendidikan anak di Indonesia. Baginya pendidikan merupakan suatu hal paling mendasar dalam menjalani kehidupan
Alaik Robi Al – Bustomi (13), siswa MTs Darul Hasan,
Warga Dusun Tambak, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, ini ikut mengharumkan nama Indonesia dalam membela Tim Nasional pelajar U-13 dalam kejuaraan International Invitational Youth Football Tournament Pinas Cup di Philipina pada 27-30 Oktober 2015.
Contoh kecil saja, dan masih aktual di benak kita, yang menggambarkan perkembangan pendidikan di Madura antara lain: keberhasilan yang dicapai 12 siswa asal Madura, Jawa Timur dengan memperoleh medali perunggu dalam event World Mathematics Team Championship (WMTC) 2011 yang digelar 2-6 November di Beijing, China.
Kedua belas siswa tersebut adalah: Misbahul Anwar dan Khairul Umam (MA Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan), Ahmad Hudah, Ahmad Zainuddin, Ega Bandawa Winata (MTs Unggulan Bustanul Ulum, Waru Pamekasan), Zaky Firmawan el Hakim dan Ahmad Syauqi (MTSN Sumber Bungur, Pamekasan), Wildi Fachrizal (SMP 5 Pamekasan), Khansa al Faizy (SMP 1 Pamekasan), Muhammad Taufiq Hakiki dan Rafika Nurmasari (RSBI SMAN 1 Sumenep) dan Prima Sultan Hudiyanto (SDBI Lawangan Daya, Pamekasan).
Sebelumnya, ada empat siswa Madura, tiga diantaranya berasal dari pamekasan; Akhmad Ramadhan Yamin asal SMPN 2, Astrid asal SDN Pamekasan dan Prima asal SD Lawangandaya II, dan Diah Nisa Rahmani, siswi SMP Al Itihad, Camplong Sampang yang mampu mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai Olimpiade Matematika tingkat internasional sebagai juara umum pada ajang Olimpiade Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC) yang diselenggarakan oleh City Montessori Inter Collage RSDO Campus, di Lucknow, India. Serta masih banyak prestasi-prestasi lainnya yang diraih anak-anak Madura saat ini, baik di bidang pengetahuan agama maupun sains.
Dua pelajar SMAN 1 Sumenep Madura, Muhamad Taufik Hakiki dan Rafika Nurmasari berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International World Mathematics Team Championship di Beijing Cina pada 4-6 November 2011. Mari kita ucapkan selamat kepada pelajar-pelajar yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Madura jangan hanya dikenal dengan keburukannya saja mereka juga punya prestasi yang sangat membanggakan dan memharumkan nama bangsa . (Sumber : tokomaduraonline)