Secara psikologis, yang dimaksud dengan gangguan jiwa adalah keadaan yang dilengkapi gejala klinis yang signifikan, biasanya berupa sindrom pola psikologis dan pola perilaku, yang ada kaitannya dengan disabilitas (ketidakmampuan mengerjakan tugas sehari-hari), distress (perasaan tak nyaman, tak tenang, rasa nyeri), atau meningkatnya risiko disabilitas, kesakitan, hingga kematian.
Secara umum, gangguan jiwa atau penyakit kejiwaan diklasifikasi ke dalam 3 jenis, yakni psikotik organik, psikotik non-organik, dan non-psikotik. Contoh dari psikotik organik adalah demensia, delirium, dan sebagainya. Contoh dari psikotik non-organik adalah gangguan suasana hati, gangguan waham, dan skizofrenia. Adapun contoh dari penyakit kejiwaan non-psikotik adalah kecemasan, gangguan kepribadian, gangguan psikoseksual, dan sebagainya.
Ada banyak macam penyakit kejiwaan. Semuanya menunjukkan gejala klinis yang khas dan signifikan. Inilah beberapa di antara penyakit-penyakit kejiwaan tersebut:
- Cartacoethes, yakni tekanan tak terkendali untuk selalu melihat tempat di mana pun. Secara normal, manusia memiliki kemampuan mengenal wajah di mana pun. Kemampuan ini bisa berubah menjadi aneh jika seseorang mengidap cartacoethes, di mana ia selalu melihat peta di mana saja, misalnya di dalam bentuk suatu makanan.
- Gamomania, yakni obsesi untuk selalu mengajak menikah. Ini adalah gangguan jiwa di mana penderita memiliki obsesi untuk mengajak menikah kepada beberapa orang sekaligus dalam waktu bersamaan.
- Onomatomania, yakni rangsangan untuk mengucap ulang kata-kata. Obsesi mengulang kata-kata tertentu pada saat berbicara ini terjadi karena kata-kata tersebut dianggap mengganggu pikiran si penderita.
- Climomania, keinginan berlebihan untuk terus berada di atas kasur. Memang normal jika manusia merasa nyaman berada di atas kasur ditemani bantal empuk dan selimut hangat. Akan tetapi jika seseorang ingin terus menerus diam di atas kasur dan seolah terobsesi menyukai kasur, bantal, dan selimut, itu adalah gangguan kejiwaan.
- Demonomania, keyakinan bahwa dirinya digentayangi roh-roh jahat. Meski sebagian orang meyakini bahwa setan dan roh jahat benar-benar ada, tetapi keyakinan akan perasaan digentayangi roh jahat dianggap sebagai gangguan jiwa.
(AnneAhira)
Tags:
Kesehatan