Rupanya, tidak semua macam-macam penyakit kejiwaan diyakini dan disepakati keberadaannya oleh para psikolog. Ada beberapa penyakit kejiwaan yang statusnya sebagai gangguan jiwa masih diperdebatkan karena berbagai hal, misalnya kurang terdapatnya penelitian yang mendukung atau karena sudah menjadi kebudayaan kelompok masyarakat tertentu di dunia. Inilah beberapa di antaranya:
1. Gangguan Identitas Gender
Inilah salah satu gangguan mental yang controversial dan masih diperdebatkan. Gangguan identitas gender terjadi pada orang yang merasa jenis kelaminnya secara lahiriah tidak sesuai dengan jenis kelaminnya secara batiniah. Misalnya, seorang pria merasa terjebak dengan kelelakiannya dan merasa bahwa seharusnya ia adalah seorang wanita.
Kontroversi atas gangguan jiwa ini terletak pada pengobatannya. Timbul pertanyaan mendasar, apakah jika ada anak yang merasa tak cocok dengan jenis kelamin lahiriahnya boleh mendefinisikan dirinya sebagai jenis kelamin lawan ataukah harus didorong agar dapat mengidentifikasi pribadinya sesuai jenis kelamin fisiknya? Di sinilah letak perdebatannya. Beberapa ahli berpendapat bahwa seharusnya anak-anak menerima dan belajar merasa nyaman dengan tubuhnya. Akan tetapi ahli-ahli lain menganggap bahwa anak-anak seharusnya bebas menentukan identitas gender agar di kemudian hari ia tidak dilanda depresi dan cemas karena terperangkap dalam identitas gender yang tidak sesuai.
2. Kecanduan Seks
Lembaga Society for the Advancement of Sexual Health, kecanduan seks dianggap sebagai penyakit kejiwaan yang teridentifikasi dengan kurangnya kontrol seseorang atas perilaku seksualnya. Para pecandu seks ini cenderung akan mengikuti keinginan seksualnya walaupun ia tahu itu dapat berakibat buruk. Ia juga tak sanggup membuat batasan dan terus menerus berpikir soal seks. Para pecandu seks ini mengaku mereka tak merasa senang dengan perilakunya, malah mereka merasa malu.
Meski lembaga di atas menganggap kecanduan seks sebagai salah satu penyakit kejiwaan, hal ini rupanya masih menjadi kontroversi. Lembaga-lembaga psikologi lain tidak dan tidak akan memasukkan kecanduan seks ke dalam daftar macam penyakit kejiwaannya. Sementara itu Asosiasi Psikologi Amerika hanya menambahkan gangguan kejiwaan baru yang disebut hiperseksual. Akan tetapi gangguan tersebut sama sekali tak ada hubungannya dengan kecanduan seks.
3. Homoseksualitas
Ini adalah bentuk penyakit kejiwaan yang paling kontroversial keberadaannya. Dahulu, homoseksualitas dianggap sebagai penyakit jiwa oleh banyak lembaga psikologi. Akan tetapi kemudian homoseksualitas dihapus dari daftar penyakit kejiwaan setelah pada tahun 1973 Asosiasi Psikologi Amerika diprotes keras oleh para aktivis homoseksual.
(AnneAhira)
Tags:
Kesehatan