Madura Aktual, Sumenep; Ratusan demonstran dengan mengatasnamakan kelompok tani (Koptan) kecamatan daratan Sumenep, Jawa Timur tantang Bupati Sumenep, A. Busyro Karim untuk keluar dari ruang kerjanya untuk menemui mereka.
Hal ini terkait dengan program tiga SKPD, yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Petenakan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan dinilai tidak adil dalam mendisitribukan bantuan kepada para petani di Sumenep.
“Kami minta bupati keluar menemui kami. Jelaskan ke kami kenapa bantuan dari tiga dinas itu tidak jadi diberikan,” kata Sarkawi, korlap aksi di depan Kantor Bupati Sumenep, Senin (15/6/2015).
Ia mengancam akan tetap bertahan di depan kantor bupati hingga bupati menemuinya, karena bupati harus bertanggung jawab atas program bantuan tersebut di semua SKPD.
Saat ini massa terus berorasi dengan lantang dan menuding bupati memanfaatkan bantuan bagi kelompok tani itu untuk kepentingan politiknya.
Semenetara di depan gedung DPRD Sumenep, para pendemo sempat ditemui Ketua DPRD Herman Dali Kusuma menemui langsung ratusan Kelompok Tani (Kapoktan)
“Kami terima semua aspirasi kelompok tani ini,” kata Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep, dihadapan demonstrans.
Herman juga siap mengawal keluhan kelompok tani tersebut karena wakil rakyat dipilih oleh rakyat dan harus berpihak pada rakyat.
Sejumlah perwakilan kelompok tani saat ini diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya di gedung dewan. Mereka ditemui ketua Komisi II, AF Hari Ponto, Wakil Komisi II, Masdawi dan ketua DPRD setempat, Herman Dali Kusuma serta sejumlah anggota Komisi II di ruangannya. (san)
Hal ini terkait dengan program tiga SKPD, yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Petenakan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan dinilai tidak adil dalam mendisitribukan bantuan kepada para petani di Sumenep.
“Kami minta bupati keluar menemui kami. Jelaskan ke kami kenapa bantuan dari tiga dinas itu tidak jadi diberikan,” kata Sarkawi, korlap aksi di depan Kantor Bupati Sumenep, Senin (15/6/2015).
Ia mengancam akan tetap bertahan di depan kantor bupati hingga bupati menemuinya, karena bupati harus bertanggung jawab atas program bantuan tersebut di semua SKPD.
Saat ini massa terus berorasi dengan lantang dan menuding bupati memanfaatkan bantuan bagi kelompok tani itu untuk kepentingan politiknya.
Semenetara di depan gedung DPRD Sumenep, para pendemo sempat ditemui Ketua DPRD Herman Dali Kusuma menemui langsung ratusan Kelompok Tani (Kapoktan)
“Kami terima semua aspirasi kelompok tani ini,” kata Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep, dihadapan demonstrans.
Herman juga siap mengawal keluhan kelompok tani tersebut karena wakil rakyat dipilih oleh rakyat dan harus berpihak pada rakyat.
Sejumlah perwakilan kelompok tani saat ini diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya di gedung dewan. Mereka ditemui ketua Komisi II, AF Hari Ponto, Wakil Komisi II, Masdawi dan ketua DPRD setempat, Herman Dali Kusuma serta sejumlah anggota Komisi II di ruangannya. (san)
Tags:
Sumenep