Madura Aktual, Sumenep; Ribuan dhuafa atau warga miskin (gakin) dari anak-anak sampai lansia menerima zakat uang dari seorang pengusaha sukses di gedung Korpri Sumenep, JawaTimur, Senin (22/06/2015)
Para penerima zakat kali ini terlihat lebih tertib dibanding tahun sebelumnya, karena diserahkan di tempay yang lebih nyaman yaitu didalam gedung. Sebelum penyerahan zakat, diawali dengan kegiatan pengajian serta pemberian door price bagi pemilik kupon yang beruntung.
Pemberi Zakat, H. Asbu disela-sela penyerahan zakat mengaku kegiatan sejenis dilakukan disejumlah tempat di Sumenep, termasuk di luar Madura. Dengan melibatkan belasan ribu kaum miskin, duafa dan anak yatim dengan dana yang disiapkan milyaran rupiah.
“Pemberian zakat ini kami laksanakan di sebelas lokasi, seperti di Desa Giring Kecamatan Manding, di Gedung Korpri, dan beberapa tempat lainnya termasuk di luar Madura,”ungkapnya.
Asbu, pemberi zakat, mengaku dana yang dikeluarkan untuk zakat tersebut mencapai Rp 1 miliar. Pemberian tersebut memang rutin dilaksanakn setiap tahun.
”Kalau soal perbedaan nominal penerima karena berdasarkan tingkat kemampuan orang yang bersangkutan atau penerima,” jelasnya.
Sekedar diketahui, untuk menghindari terik matahari, karena bulan suci Ramadhan, ribuan anak-anak dan lansia rela antri dari pagi hari. Meski mereka telah memiliki kupon zakat, mereka tetap rela berdesak-desakan untuk mendapatkan zakat.
Menurut Asbu penyerahan zakat di gedung Korpri ini dengan penerima sekitar tiga ribu orang.
Dalam kesempatan tersebut sengaja dilakukan kegiatan pengajian yang di pimpin H. Asbu sendiri, agar para penerima zakat tidak cepat pulang setelah menerima zakat, namun tetap mengikuti jalankan pengajian yang diakhir acara dilakukan pengundiah kupon berhadian mulai dari sepeda, televisi, kipas, dan sederet hadian hiburan lainnya.
Menurutnya, kegiatan pemberian zakat tidak ada unsur kepentingan apapun, baik Pemilu maupun bentuk kepentingan lainnya. Namun, yang jelas, tegas H. Asbu semata-mata berharap nanti pahala dari Allah SWT.
“Pemberian zakat bervariasi mulai dari Rp. 75.000,00 hingga Rp. 150.000,00 sesuai dengan kondisi penerima zakat,”jelasnya.
Sementara itu, salah seorang penerima zakat, Riski (10) mengaku sangat berterima kasih kepada pemberi zakat yang telah membantu meringankan beban orang tuanya. Dengan uang yang diterimanya, Rizki mengaku akan dibelikan keperluan sekolah, agar tidak lagi membebani ibunya. (san)
Para penerima zakat kali ini terlihat lebih tertib dibanding tahun sebelumnya, karena diserahkan di tempay yang lebih nyaman yaitu didalam gedung. Sebelum penyerahan zakat, diawali dengan kegiatan pengajian serta pemberian door price bagi pemilik kupon yang beruntung.
Pemberi Zakat, H. Asbu disela-sela penyerahan zakat mengaku kegiatan sejenis dilakukan disejumlah tempat di Sumenep, termasuk di luar Madura. Dengan melibatkan belasan ribu kaum miskin, duafa dan anak yatim dengan dana yang disiapkan milyaran rupiah.
“Pemberian zakat ini kami laksanakan di sebelas lokasi, seperti di Desa Giring Kecamatan Manding, di Gedung Korpri, dan beberapa tempat lainnya termasuk di luar Madura,”ungkapnya.
Asbu, pemberi zakat, mengaku dana yang dikeluarkan untuk zakat tersebut mencapai Rp 1 miliar. Pemberian tersebut memang rutin dilaksanakn setiap tahun.
”Kalau soal perbedaan nominal penerima karena berdasarkan tingkat kemampuan orang yang bersangkutan atau penerima,” jelasnya.
Sekedar diketahui, untuk menghindari terik matahari, karena bulan suci Ramadhan, ribuan anak-anak dan lansia rela antri dari pagi hari. Meski mereka telah memiliki kupon zakat, mereka tetap rela berdesak-desakan untuk mendapatkan zakat.
Menurut Asbu penyerahan zakat di gedung Korpri ini dengan penerima sekitar tiga ribu orang.
Dalam kesempatan tersebut sengaja dilakukan kegiatan pengajian yang di pimpin H. Asbu sendiri, agar para penerima zakat tidak cepat pulang setelah menerima zakat, namun tetap mengikuti jalankan pengajian yang diakhir acara dilakukan pengundiah kupon berhadian mulai dari sepeda, televisi, kipas, dan sederet hadian hiburan lainnya.
Menurutnya, kegiatan pemberian zakat tidak ada unsur kepentingan apapun, baik Pemilu maupun bentuk kepentingan lainnya. Namun, yang jelas, tegas H. Asbu semata-mata berharap nanti pahala dari Allah SWT.
“Pemberian zakat bervariasi mulai dari Rp. 75.000,00 hingga Rp. 150.000,00 sesuai dengan kondisi penerima zakat,”jelasnya.
Sementara itu, salah seorang penerima zakat, Riski (10) mengaku sangat berterima kasih kepada pemberi zakat yang telah membantu meringankan beban orang tuanya. Dengan uang yang diterimanya, Rizki mengaku akan dibelikan keperluan sekolah, agar tidak lagi membebani ibunya. (san)
Tags:
Sumenep
