Madura Aktual, Sumenep; Jumlah beras bagi masyarakat miskin (raskin) yang belum ditebus sangat tinggi. Dari gudang Bulog Sumenep sejak Januari sampai Juni, tidak semua kecamatan mengambil jatah raskin per bulan. Dari 27 kecamatan yang ada di Sumenep, ada 8 sampai 26 kecamatan yang belum menebus raskin.
”Minimnya penyerapan raskin tidak hanya terjadi pada 2015 saja. Tapi, juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Saya heran dan belum tahu penyebab minimnya serapan raskin di Sumenep,” kata Sarkawi, aktivis Gerakan Reformasi Indonesia (Gerindo) Sumenep, Jawa Timur
Menurutnyajumlah kecamatan yang belum menebus raskin pada Januari ada 8 kecamatan. Hal ini juga terjadi Februari. Jumlah kecamatan yang belum menebus raskin semakin meningkat terhitung mulai Maret. Khusus Juni, jumlah kecamatan yang belum menebus raskin sebanyak 26 kecamatan.
Sarkawi menyebut, kecamatan yang belum menebus raskin adalah Kecamatan Dungkek, Batuputih, Batuan, dan Guluk-Guluk. Termasuk Kecamatan Kangayan, Ganding, Pasongsongan, dan Masalembu.
“Sementara kecamatan yang sudah menebus raskin hingga Juni baru ada satu yakni Kecamatan Gayam. Itupun (penebusan raskinnya, Red) tidak penuh,” ungkap Sarkawi.
Penyebab belum optimalnya serapan raskin tambah Sarkawi harus segera diantisipasi dan diatasi. “Sebab, hal itu tidak terjadi sekali dan hampir berlangsung setiap tahun. Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa jalan keluar, akan merugikan penerima manfaat,” jelasnya
Selain ngendap di gudang Bulog, belum didistribusikannya raskin tersebut juga bisa memengaruhi kualitas raskin. ”Jika raskin dibiarkan menumpuk di gudang Bulog, dikhawatirkan membuat kualitas menyusut,” ingat Sarkawi (radar/*)
”Minimnya penyerapan raskin tidak hanya terjadi pada 2015 saja. Tapi, juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Saya heran dan belum tahu penyebab minimnya serapan raskin di Sumenep,” kata Sarkawi, aktivis Gerakan Reformasi Indonesia (Gerindo) Sumenep, Jawa Timur
Menurutnyajumlah kecamatan yang belum menebus raskin pada Januari ada 8 kecamatan. Hal ini juga terjadi Februari. Jumlah kecamatan yang belum menebus raskin semakin meningkat terhitung mulai Maret. Khusus Juni, jumlah kecamatan yang belum menebus raskin sebanyak 26 kecamatan.
Sarkawi menyebut, kecamatan yang belum menebus raskin adalah Kecamatan Dungkek, Batuputih, Batuan, dan Guluk-Guluk. Termasuk Kecamatan Kangayan, Ganding, Pasongsongan, dan Masalembu.
“Sementara kecamatan yang sudah menebus raskin hingga Juni baru ada satu yakni Kecamatan Gayam. Itupun (penebusan raskinnya, Red) tidak penuh,” ungkap Sarkawi.
Penyebab belum optimalnya serapan raskin tambah Sarkawi harus segera diantisipasi dan diatasi. “Sebab, hal itu tidak terjadi sekali dan hampir berlangsung setiap tahun. Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa jalan keluar, akan merugikan penerima manfaat,” jelasnya
Selain ngendap di gudang Bulog, belum didistribusikannya raskin tersebut juga bisa memengaruhi kualitas raskin. ”Jika raskin dibiarkan menumpuk di gudang Bulog, dikhawatirkan membuat kualitas menyusut,” ingat Sarkawi (radar/*)
Tags:
Sumenep