Awal Agustus 80 Desa di Pamekasan Dibayangi Kekeringan | Suara Terkini dari Madura

Awal Agustus 80 Desa di Pamekasan Dibayangi Kekeringan

illustrasi
Madura Aktual, Pamekasan; Musim kemarau tahun ini, Pamekasan, Jawa Timur, dinyatakan rawan kekeringan. Dari 13 kecamatan terdapat 10 kecamatan dipredikisi mengalami kekeringan.

Dari 10 kecamatan tersebut menimpa sekitar 200 dusun tersebar di 80 desa. Kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus 2015, bahkan bisa mencapai kawasan lbih luas lagi.

"Jumlah desa yang mengalami kekeringan sebanyak 80 desa sesuai laporan terbaru dari masing-masing kecamatan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan," kata Kepala BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus di Pamekasan, Selasa (21/07/2015).

Menurut Firdaus, kekeringan ini akan terjadi pada awal Agustus hingga pertengahan Oktober 2015. Prediksi ini setelah pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Ke-80 desa yang terdata rawan kekeringan itu, tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, yakni pada 200 dusun. Sebelumnya, jumlah desa yang dilaporkan mengalami kekeringan di Kabupaten Pamekasan baru sebanyak 11 desa.

“Mengingat jumlah dusun dan desa terkena dampak kekeringan nanti cukup banyak. Mulai sekarang kami sudah mempersiapkan diri sekaligus mengantisipasi untuk menghadapi dampak kekeringan,” kata Firdaus.

Dikatakan, salah satu upaya menanggulangi kekeringan, terutama menyangkut krisis air bersih agar masyarakat tidak kelimpungan, pihaknya koordinasi dan bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan.

Menurut Akmaul Firdaus, jumlah desa yang mengalami kekeringan sebanyak 11 desa itu merupakan data awal, dan belum semua data masuk ke BPBD Pamekasan. "Setelah semua data masuk, ternyata jumlahnya mencapai 80 desa,".

Dibandingkan dengan tahun 2014, jumlah desa yang mengalami kekeringan kali ini, masih jauh lebih sedikit, sebab kemarau tahun lalu terdata sebanyak 117 desa. Sebanyak 39 desa mengalami kekeringan kritis dan 79 desa mengalami kekeringan langka. 

"Kalau yang 80 desa berdasarkan laporan terbaru ini, belum kami petakan, berapa yang masuk kategori mengalami kekeringan kritis dan berapa desa yang masuk kategori mengalami kekeringan langka," pungkasnya.(*)

Lebih baru Lebih lama