![]() |
| Simulasi demo pilkada |
Madura Aktual, Sumenep; Dua kubu pendukung dua pasangan calon Pilkada Sumenep, Jawa Timur terjadi baku hantam sehingga suasa jadi “kacau balau”. Bahkan dalam kericuhan tersebut terjadi upaya penculikan calon serta penyanderaan tim sukses pasangan calon.
Dalam suasana yang “panas” tersebut aparat keamanan yang menjaga keamanan proses Pilkada justru menjadi sasaran amuk massa, akibatnya benturan tak terelakkan. Suasana jadi panas dan “kacau”.
Tidak hanya itu, massa kemudian bergerak ke gedung KPU dan DPRD. Mereka menggelar demo besar-besaran untuk menolak hasil Pilkada, dan menuntut menggagalkan pelantikan Bupati terpilih.
Akibatnya untuk menghadang demo yang cenderung mengarah anarkis itu, Polres setempat menurunkan seluruh kekuatan personelnya untuk mengendalikan massa yang semakin “bringas”
Gelar demo massa yang kubu yang dinyatakan kalah dalam perhitungan suara, mengklaim terjadi kecurangan yang dilakukan panitia maupun pesaingnya. Kecurangan yang ditengarai terjadi sejak kampanye, pemungutan suara, penghitungan suasa sampai terjadi penggelembungan suara.
Peristiwa tentu terjadi saat digelar dalam simulasi pengamanan Pilkada Sumenep 2015 dengan melibatkan 524 personel Polres Sumenep.
“Simulasi ini dalam rangka mempersiapkan untuk mengawal Pilkada 2015. Adegan dalam simulasi ini pun, selain melatih kemampuan personel, juga bagaimana bertindak jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” terang Kapolres Sumenep, AKBP Redra Radita Dewayana, Jumat (21/8/2015).
Tentu pihaknya berharap dalam pelaksanaan Pilkada Sumenep nanti tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan, semua proses berjalan lancar dan aman.
“Kami berharap, pilkada nanti berjalan aman, sesuai dengan harapan kita semua,” tandasnya.(*)
Dalam suasana yang “panas” tersebut aparat keamanan yang menjaga keamanan proses Pilkada justru menjadi sasaran amuk massa, akibatnya benturan tak terelakkan. Suasana jadi panas dan “kacau”.
Tidak hanya itu, massa kemudian bergerak ke gedung KPU dan DPRD. Mereka menggelar demo besar-besaran untuk menolak hasil Pilkada, dan menuntut menggagalkan pelantikan Bupati terpilih.
Akibatnya untuk menghadang demo yang cenderung mengarah anarkis itu, Polres setempat menurunkan seluruh kekuatan personelnya untuk mengendalikan massa yang semakin “bringas”
Gelar demo massa yang kubu yang dinyatakan kalah dalam perhitungan suara, mengklaim terjadi kecurangan yang dilakukan panitia maupun pesaingnya. Kecurangan yang ditengarai terjadi sejak kampanye, pemungutan suara, penghitungan suasa sampai terjadi penggelembungan suara.
Peristiwa tentu terjadi saat digelar dalam simulasi pengamanan Pilkada Sumenep 2015 dengan melibatkan 524 personel Polres Sumenep.
“Simulasi ini dalam rangka mempersiapkan untuk mengawal Pilkada 2015. Adegan dalam simulasi ini pun, selain melatih kemampuan personel, juga bagaimana bertindak jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” terang Kapolres Sumenep, AKBP Redra Radita Dewayana, Jumat (21/8/2015).
Tentu pihaknya berharap dalam pelaksanaan Pilkada Sumenep nanti tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan, semua proses berjalan lancar dan aman.
“Kami berharap, pilkada nanti berjalan aman, sesuai dengan harapan kita semua,” tandasnya.(*)
Tags:
Sospol
