![]() |
| Kasi Haji dan Umroh, Abd. Azis |
Madura Aktual, Sumenep; 607 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan berangkat dari embarkasi Surabaya dengan kloter 50 dengan jumlah 162 CJH yang digabung dengan Surabaya, Pamekasan dan NTT. Sedang untuk kloter 51 sejumlah 445 CJH Sumenep.
Terkait fasilitas akomodasi untuk CJH dari wilayah kepulauan Sumenep, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, melalui Kasi Haji dan Umroh, Abd. Azis menegaskan pihaknya tidak menyediakan khusus bagi CJH yang transit menuju asrama haji Sukolilo.
“Panitia tidak menyediakan akomodasi bagi CJH dari kepulauan, karena untuk kebutuhan akomodasi ini tidak ada dalam anggaran.” ungkap Azis, Selasa (28/08/2015)
Menurutnya, CJH dari kepulauan maupun yang mengantarkan tidak akan mendapat kesulitan tempat penipatan karena umumnya mereka punya keluarga dan kerabat di kota.
“Biasanya tempat penginapan atau hotel di booking jauh sebelumnya. Jadi untuk akomodasi mereka tidak ada masalah,” ujarnya.
Namun demikian, tambah Azis, apabila karena beberapa alasan dan dalam keadaan darurat CJH tidak tersedia tempat penampungan, pihaknya akan berusaha mencarikan fasilitas penginapan.
“Ya, apabila dalam kondisi darurat kami punya sarana aula atau musholla bisa dimanfaatkan. Tapi saya yakin mereka tidak lagi menjadi persoalan tempat transit atau menginap,” pungkasnya.
Terkait fasilitas akomodasi untuk CJH dari wilayah kepulauan Sumenep, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, melalui Kasi Haji dan Umroh, Abd. Azis menegaskan pihaknya tidak menyediakan khusus bagi CJH yang transit menuju asrama haji Sukolilo.
“Panitia tidak menyediakan akomodasi bagi CJH dari kepulauan, karena untuk kebutuhan akomodasi ini tidak ada dalam anggaran.” ungkap Azis, Selasa (28/08/2015)
Menurutnya, CJH dari kepulauan maupun yang mengantarkan tidak akan mendapat kesulitan tempat penipatan karena umumnya mereka punya keluarga dan kerabat di kota.
“Biasanya tempat penginapan atau hotel di booking jauh sebelumnya. Jadi untuk akomodasi mereka tidak ada masalah,” ujarnya.
Namun demikian, tambah Azis, apabila karena beberapa alasan dan dalam keadaan darurat CJH tidak tersedia tempat penampungan, pihaknya akan berusaha mencarikan fasilitas penginapan.
“Ya, apabila dalam kondisi darurat kami punya sarana aula atau musholla bisa dimanfaatkan. Tapi saya yakin mereka tidak lagi menjadi persoalan tempat transit atau menginap,” pungkasnya.
Tags:
Sumenep
