![]() |
| Perahu nelayan |
Madura Aktual, Sumenep; Akibat terjadinya kelangkaan dan tinggi harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ratusan nelayan di wilayah kepulauan Kecamatan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur telah seminggu terakhir ini tidak melaut, karena sulitnya mendapatkan solar.
"Di Pulau Karamean, harga BBM jenis solar dan premium per liternya mencapai Rp 15 ribu. Kalau di Pulau Masalembunya, harga solar juga Rp 15 ribu, tapi premium masih Rp 13 ribu per liter. Hanya saja, sulit mendapatkannya," kata salah satu warga setempat, Robby, Jumat (07/08/15).
Stok BBM di Kepulauan Masalembu diperkirakan hanya bertahan hingga dua hari lagi. Setelah itu, para nelayan Masalembu benar-benar habis dan praktis tidak bisa melaut lagi.
"Kami tidak tahu lagi seperti apa nanti kalau stok BBM ini benar-benar kosong di Masalembu," ungkap Robby
Ia mengungkap, kelangkaan BBM di wilayah kepulauan ini dipicu kekosongan stok di APMS (agen premium minyak dan solar) di Masalembu. Pemilik APMS sudah 1 bulan tidak menebus jatah BBM dari Pertamina.
"Kami tidak tahu juga kenapa kok APMS tidak lagi nebus BBM. Padahal untuk pembelian BBM dengan rekom sudah dihentikan, karena sebelumnya pemilik APMS menyatakan siap memenuhi kebutuhan BBM warga Masalembu. Tapi kenyataannya malah seperti ini," keluhnya.
Pihaknya berharap menghadapi kelangkaan BBM ini ada solusi, sebab apabila sampai terjadi berlarut-larut para nelayan praktis tidak berbuat apa-apa, dan bahkan akan masalah lebih berat bagi kehidupan masyarakat sendiri..
"Kalau terus menerus seperti ini, yang jadi korban kan masyarakat. Tidak bisa melaut, tidak bisa bekerja. Sementara harga-harga kebutuhan pokok terus melambung," pungkasnya.. [/*]
"Di Pulau Karamean, harga BBM jenis solar dan premium per liternya mencapai Rp 15 ribu. Kalau di Pulau Masalembunya, harga solar juga Rp 15 ribu, tapi premium masih Rp 13 ribu per liter. Hanya saja, sulit mendapatkannya," kata salah satu warga setempat, Robby, Jumat (07/08/15).
Stok BBM di Kepulauan Masalembu diperkirakan hanya bertahan hingga dua hari lagi. Setelah itu, para nelayan Masalembu benar-benar habis dan praktis tidak bisa melaut lagi.
"Kami tidak tahu lagi seperti apa nanti kalau stok BBM ini benar-benar kosong di Masalembu," ungkap Robby
Ia mengungkap, kelangkaan BBM di wilayah kepulauan ini dipicu kekosongan stok di APMS (agen premium minyak dan solar) di Masalembu. Pemilik APMS sudah 1 bulan tidak menebus jatah BBM dari Pertamina.
"Kami tidak tahu juga kenapa kok APMS tidak lagi nebus BBM. Padahal untuk pembelian BBM dengan rekom sudah dihentikan, karena sebelumnya pemilik APMS menyatakan siap memenuhi kebutuhan BBM warga Masalembu. Tapi kenyataannya malah seperti ini," keluhnya.
Pihaknya berharap menghadapi kelangkaan BBM ini ada solusi, sebab apabila sampai terjadi berlarut-larut para nelayan praktis tidak berbuat apa-apa, dan bahkan akan masalah lebih berat bagi kehidupan masyarakat sendiri..
"Kalau terus menerus seperti ini, yang jadi korban kan masyarakat. Tidak bisa melaut, tidak bisa bekerja. Sementara harga-harga kebutuhan pokok terus melambung," pungkasnya.. [/*]
Tags:
Sumenep
