Madura Aktual, Pamekasan; Puluhan mahasiswa baru (Maba) STAIN Pamekasan melakukan untuk rasa di depan rektorat kampus setempat menolak pelaksanaan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK).
Hal ini lantaran dalam pelaksanaan OPAK, para maba terutama mahasiswa putri dipaksa untuk melapas jilbab dengan dalih ingin mengecek rambut mahasiswi apakah dipasangi pewarna rambut atau tidak.
Dari tindakan panitia OPAK itu menurut mereka telah mencederai norma-norma muslimah serta dianggap melanggar kode etik kampus.
“Saya sebagai peserta OPAK tidak suka dengan cara itu (membuka jilbab.red) karena hal itu jelas melanggar,”. Kata Nurul Fawaid selaku korlap aksi, Kamis (20/08/2015).kemarin
Dikatakan Fawaid, permintaan membuka jilbab dengan paksa tersebut dilakukan oleh badan penegak disiplin (BPD). Bahkan BPD yang putra ikut menyuruh dan menyaksikan saat sejumlah mahasiswi membuka jilbab untuk diperiksa rambutnya.
“Yang melakukan pembukaan jilbab adalah badan penegak disiplin. Semua mahasiswi diminta membuka jilbabnya,” sambungnya.
Sementara itu, Pembantu Ketua III STAIN Pamekasan, Atiqullah mengaku akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan OPAK tersebut bersama dengan kepanitian.. “Nanti kita evaluasi dengan panitia,” janjinya (*)
Hal ini lantaran dalam pelaksanaan OPAK, para maba terutama mahasiswa putri dipaksa untuk melapas jilbab dengan dalih ingin mengecek rambut mahasiswi apakah dipasangi pewarna rambut atau tidak.
Dari tindakan panitia OPAK itu menurut mereka telah mencederai norma-norma muslimah serta dianggap melanggar kode etik kampus.
“Saya sebagai peserta OPAK tidak suka dengan cara itu (membuka jilbab.red) karena hal itu jelas melanggar,”. Kata Nurul Fawaid selaku korlap aksi, Kamis (20/08/2015).kemarin
Dikatakan Fawaid, permintaan membuka jilbab dengan paksa tersebut dilakukan oleh badan penegak disiplin (BPD). Bahkan BPD yang putra ikut menyuruh dan menyaksikan saat sejumlah mahasiswi membuka jilbab untuk diperiksa rambutnya.
“Yang melakukan pembukaan jilbab adalah badan penegak disiplin. Semua mahasiswi diminta membuka jilbabnya,” sambungnya.
Sementara itu, Pembantu Ketua III STAIN Pamekasan, Atiqullah mengaku akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan OPAK tersebut bersama dengan kepanitian.. “Nanti kita evaluasi dengan panitia,” janjinya (*)
Tags:
Pamekasan
