Alasan Sakit, Bupati Sumenep Tolak Temui PKL | Suara Terkini dari Madura

Alasan Sakit, Bupati Sumenep Tolak Temui PKL

Madura Aktual, Sumenep; Bupati Sumenep, A. Busyro Karim tidak bersedia menemui pedagang kaki lima (PKL) saat melakukan unjuk rasa di kantor Pemkab setempat pada, Kamis (11/08/16) pagi tadi. 

 "Mohon maaf. Pak bupati tidak bisa menemui perwakilan PKL untuk berdialog, karena sedang sakit. Ini ada surat keterangan dari dokter," kata Asisten Pemerintahan Setkab Sumenep, Sustono menyampaikan alasan di hadapan PKL. 

Untuk memastikannya perwakilan PKL sempat melakukan 'sweeping' untuk mencari tahu kebenaran alasan tersebut. Namun saat para PKL 'sweeping', ruangan Bupati didapati terkunci. Bahkan staff pun tidak ada di tempat. 

 Namun herannya, pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB, Bupati mendadak sembuh, dan 'ngantor' seperti biasanya. Bahkan Bupati menyempatkan diri menemui para alumni Universitas Wiraraja (Unija) yang beraudiensi tentang polemik aset Unija. 

Ketika ditanya sejumlah wartawan usai menemui alumni Unija yang mengatasnamakan Forum Alumni Penyelamat Unija (FAPU), Bupati bersikukuh bahwa para PKL tetap tidak akan dikembalikan lagi ke Taman Adipura. 

 "Keputusan relokasi itu sudah final. PKL tidak akan dikembalikan lagi ke taman bunga. Mereka tetap akan menempati depan Lapangan Giling," jawabnya singkat sembari meninggalkan wartawan. Sebelumnya, ratusan PKL melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati. 

Mereka menuntut agar dikembalikan lagi berjualan ke taman adipura. Mereka menyampaikan bahwa selama 1 bulan menempati lokasi baru di Jl. KH Agus Salim depan Lapangan Giling, omzet mereka menurun tajam. 

Para PKL memberikan 'deadline' hingga Jumat (12/08/16) sore, apabila tidak ada peru ahan terkait keputusan relokasi ke Giling, maka PKL akan pindah sendiri, kembali berjualan di Taman Adipura. (*)
Lebih baru Lebih lama