Bangsa Besar yang Kehilangan Kesungguhan | Suara Terkini dari Madura

Bangsa Besar yang Kehilangan Kesungguhan


Di bagian akhir tulisannya, Emha Ainun Nadjib mengajak bangsa Indonesia melihat kembali jati dirinya. Ia meyakini bahwa bangsa Nusantara sebenarnya memiliki kekayaan budaya, posisi geografis, dan kekuatan peradaban yang sangat besar.

Namun, bangsa ini perlahan kehilangan arah karena tidak mengenali dirinya sendiri. Indonesia yang seharusnya menjadi “Garuda Perkasa” justru berubah menjadi bangsa yang kecil, mudah takut, dan kehilangan kepercayaan diri.

Menurut Emha, kehancuran bangsa bukan hanya disebabkan oleh tekanan asing atau sistem global, tetapi karena bangsa ini secara perlahan menghancurkan dirinya sendiri. Korupsi tidak hanya terjadi dalam bentuk uang, tetapi juga dalam cara berpikir, dalam sistem politik, dalam birokrasi, bahkan dalam kejujuran hati manusia.

Ia mencontohkan bagaimana kekuasaan sering hanya berganti nama. Republik bisa berubah menjadi “keraton modern”, sementara rakyat tetap memiliki mentalitas sebagai “abdi” yang takut terhadap penguasa.

Pada akhirnya, Emha menyimpulkan bahwa akar persoalan bangsa ini adalah hilangnya kesungguhan. Banyak orang tidak benar-benar menjalankan apa yang mereka ucapkan. Jabatan, agama, politik, hingga pelayanan publik sering hanya menjadi simbol tanpa makna sejati.

Tulisan ini menjadi ajakan untuk kembali membangun kejujuran, kesadaran diri, dan keberanian berpikir jernih agar bangsa Indonesia tidak terus terjebak dalam lingkaran budaya korupsi dan kemunafikan. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama