Kepakkan Sayap Garuda Kepenyairan atau Burung Emprit | Suara Terkini dari Madura

Kepakkan Sayap Garuda Kepenyairan atau Burung Emprit

Weni Suryanda
Madura Aktual, Sumenep; Seperti telah diramaikan di media, 41 penyair Madura bakal unjuk karya di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, 20 Pebruari mendatang.

Karya-karya mereka yang bertemakan “kemaduraan” ini diterbitkan dalam buku Antologi Puisi Penyair Muda Madura dengan judul “Ketam Ladam, Rumah Ingatan” tampak mendapat respon positif dari sejumlah kalangan.

Lembaga Seni & Sastra (LSS) Reboeng Jakarta sebagai pemrakarsa sekaligus penyandang dana gelaran ini menjadikan peristiwa bersejarah dalam  khasanah sastra di tanah air, khususnya di Pulau Madura. Namun disayangkan ketika Madura Aktual konfirmasi pengelola LSS Reboeng, Nana Ernawati belum bisa memberi komentarnya.

Weni Suryandari salah seorang penyair asal Sumenep yang berdomisili di Bekasi menyatakan pengarsipan karya penyair muda Madura yang tersebar di seluruh Nusantara merupakan sebuah tonggak sejarah yang tak boleh dilupakan.

“Saya sungguh menaruh harapan besar kepada para penyair Madura yang tergabung dalam buku ini, Merayakan sastra, di antaranya adalah dengan menulis,” ungkap Weni melalui messengernya.

Akhmad Nurhadi Moekri
Sementara Akhmad Nurhadi Moekri, penyair gaek yang telah menerbitkan sejumlah buku ini menyebut dunia tanpa batas, imaji tanpa batas, komunikasi tanpa batas, bahkan kreativitas tanpa batas bisa dimanfaatkan para penyair muda Madura.

“Saya berharap potensi seperti ini bisa diaktualisasikan dalam puisi-puisi mereka. Kemampuan jenis ini tentu akan muncul melalui eksplorasi ide yang intens dan tentu saja tidak banyak penyair muda yang berhasil melewatinya,” uangkapnya.

Menurutnya yang berhasil akan mengepakkan sayap garuda kepenyairannya, sedangkan yang gagal akan menjadi burung emprit yang meringkuk kedinginan.

41 penyair yang akan tampil yakni: A Rosidi, A Warits Rovi, Ahmad Subki, Badar Adiluhung, Badrul Munir Chair, Bernando J. Sujipto, Dirga Ruhu Diyantara, Ebi Langkung, En Kurliadi Nf, Faizin Aja, Farid Kacong Alif, Ghoz TE, Irvan Solihin Haqiqi, Joko Sucipto, Kamil Dayasawa, Khairul Umam. Lubet Arga Tengah, Lukman Hakim AG, Maniro AF, Marsus Banjarbarat, Matroni Muserang, Mohammad Ali Tsabit, Muhammad Ali Fakih, Nurul Ilmi Elbanna, Raedu Basha, Rifky Raya, Royyan Julian, Saifa Abidillah, Selendang Sulaiman, Sengat Ibrahim, Shohifur Ridho Ilahi, Sipulan K Langka, Sofyan RH. Zaid, Subaidi Pratama, Sule Subaweh, Syarifullah, Umar Fauzi Ballah, Yan Zavin Aundjand, Yayan Dei Legung, Zainul Muttaqin dan Zaka Khairis Zaman (san)



Lebih baru Lebih lama