![]() |
| Nana Ernawati |
![]() |
| Nana Ernawati saat saat membacakan puisi |
Madura Aktual, Sumenep; Perhatian Lembaga Seni Sastra (LSS) Reboeng Jakarta terhadap dunia sastra patut diapresiasi. Ini dibuktikan saat lembaga yang satu ini melirik dunia kepenyairan di Madura, yang kemudian melahirkan buku antologi puisi penyair muda Madura “Ketam Ladam, Rumah Impian” yang akan diluncurkan 20 Pebruari nanti.
“Satu hal yang menarik dalam kehidupan kita adalah memperhatikan sekuntum bunga mekar menjadi kembang dan akhirnya berubah menjadi buah yang bermanfaat bagi alam,” demikian perumpamaan Ketua LSS Reboeng, Nana Ernawati, saat dikonfirmasi Madura Aktual melalui messengernya, (2/2/16).
Nana Ernawati, merupakan penyair perempuan dibilang produktif sejak dekade 80-an. “Saya merasa ikut bertanggung mengisi kegiatan dunia kesasteraan lantaran saya terlibat didalamnya,” ujar perempuan paruh baya kelahiran Jogyakarta
Tentang penyair muda Madura, Nana menyebut bahwa pemuda ibarat sekuntum bunga, yang akan berkembang indah bila dipelihara dengan benar.
“Para penyair muda membutuhkan tidak hanya wadah tapi juga fasilitas dan bimbingan dalam berkarya,” ungkapnya .
Dikatakan pula, LSS Reboeng melakukan itu semua, dengan tanpa pamrih atau tujuan tertentu selain demi majunya sastra di negeri ini. Dalam hal mengapa penyair muda dari Madura bukan daerah lain?
“Di media online maupun cetak jumlah mereka bisa dibilang fantastis,” .
Menurutnya, dalam hal karya, mereka bisa dikatakan unik dan memiliki karakter yang jelas.. Meskipun masih sering juga diksi yang indah belum disertai makna yang mendalam selain permainan kata yang seperti terbang di atas awan. “Tapi itu sudah modal yang baik”.
Nana menuturkan, buku “Ketam Ladam Rumah Ingatan” akan menjadi tonggak bagi kaum muda yang cinta budaya daerah tanpa harus terjebak primordialisme atau sukuisme.
“Setelah Madura insya Allah akan diikuti daerah-daerah lain di seluruh Nusantara,” pungkas penyair yang telah menerbitkan sejumlah buku sastra itu. (syaf)
“Satu hal yang menarik dalam kehidupan kita adalah memperhatikan sekuntum bunga mekar menjadi kembang dan akhirnya berubah menjadi buah yang bermanfaat bagi alam,” demikian perumpamaan Ketua LSS Reboeng, Nana Ernawati, saat dikonfirmasi Madura Aktual melalui messengernya, (2/2/16).
Nana Ernawati, merupakan penyair perempuan dibilang produktif sejak dekade 80-an. “Saya merasa ikut bertanggung mengisi kegiatan dunia kesasteraan lantaran saya terlibat didalamnya,” ujar perempuan paruh baya kelahiran Jogyakarta
Tentang penyair muda Madura, Nana menyebut bahwa pemuda ibarat sekuntum bunga, yang akan berkembang indah bila dipelihara dengan benar.
“Para penyair muda membutuhkan tidak hanya wadah tapi juga fasilitas dan bimbingan dalam berkarya,” ungkapnya .
Dikatakan pula, LSS Reboeng melakukan itu semua, dengan tanpa pamrih atau tujuan tertentu selain demi majunya sastra di negeri ini. Dalam hal mengapa penyair muda dari Madura bukan daerah lain?
“Di media online maupun cetak jumlah mereka bisa dibilang fantastis,” .
Menurutnya, dalam hal karya, mereka bisa dikatakan unik dan memiliki karakter yang jelas.. Meskipun masih sering juga diksi yang indah belum disertai makna yang mendalam selain permainan kata yang seperti terbang di atas awan. “Tapi itu sudah modal yang baik”.
Nana menuturkan, buku “Ketam Ladam Rumah Ingatan” akan menjadi tonggak bagi kaum muda yang cinta budaya daerah tanpa harus terjebak primordialisme atau sukuisme.
“Setelah Madura insya Allah akan diikuti daerah-daerah lain di seluruh Nusantara,” pungkas penyair yang telah menerbitkan sejumlah buku sastra itu. (syaf)
Tags:
Figur

