Tiga Rumah Dilalap Si Jago Merah, Masalembu Membara | Suara Terkini dari Madura

Tiga Rumah Dilalap Si Jago Merah, Masalembu Membara

Madura_Aktual, Masalembu;  Selasa malam, 06 Maret 2018, di Kecamatan Masalembu, tepatnya di Desa Sukajeruk telah terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga buah rumah. Api ini berasal dari bahan bakar bensin yang ada di salah satu rumah tersebut. Meski asal api ini masih simpang siur, namun kenyataan kebakaran tersebut benar adanya.

Setelah pulang dari shalat berjamaah di masjid, tiba-tiba listrik padam. Dari pengeras suara masjid terdengar pengumuman bahwa telah terjadi kebakaran di desa Sukajeruk. Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut serta memadamkan api.

Sesampainya di TKP, saya melihat kobaran api yang semakin lama semakin membesar. Meski tidak ada hembusan angin yang cukup kencang, namun bahan rumah yang terbuat dari kayu menjadi lalapan api. Terlihat masyarakat tegang, bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Maklum, kebakaran sebesar ini jarang terjadi, disamping masyarakat tidak pernah ikut pelatihan pemadam kebakaran.

Meski akhirnya ada beberapa aparat yang mencoba menggiring masyarakat untuk bahu membahu memadamkan api, kondisi di TKP masih terlihat tegang. Kemudian muncul inisiatif untuk memadamkan api dengan cara tradisional, karena di Masalembu belum ada Pemadam Kebakaran (Damkar) yang bertugas khusus seperti di daerah lain. Ember, bak, kaleng tempat cat, dan lain-lain menjadi alternatif untuk tetap berbuat daripada hanya diam menonton.

Saya bahu-membahu dengan orang banyak mengangkut air, membagi air, dan bahkan dengan menggunakan pasir sebagai usaha untuk memadamkan api. Kobaran api masih terus berlangsung. Tetapi tekat masyarakat untuk memadamkan api terus berkobar. Sebesar kobaran api, maka sebesar itu pulalah kobar semangat masyarakat Masalembu.

Jika dipersenkan, hanya sekitar 10-20% masyarakat yang benar-benar membantu dalam kebakaran ini. Ini dapat dimaklumi karena akses ke tempat air sangat terbatas. Maka, sekian orang (sedikit) yang berperan langsung dalam pemadaman ini terus berupaya, sedikit demi sedikit memadamkan api.

Di antara kepanikan yang terus mencekam, usaha pemadaman terus berlangsung. Ada jeritan, ada tangisan. Ada teriakan-teriakan yang kesemuanya dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap yang punya rumah. Setelah sekian lamanya, sekitar jam 20.00 kobaran api dapat dikuasai. Sedikit demi sedikit kobaran si jago merah mengecil. Kemudian padam dan bersisa bara api yang tetap mengepulkan asap. Masayarakat pemadam tidak tinggal diam hingga bara api yang sekecil apapun tidak nampak lagi.

Ya Allah, Alhamdulillah, pada akhirnya api yang sangar berkobar dapat dipadamkan. Keadaan kembali aman. Tentu saja, mereka yang punya rumah terbakar harus tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini. Tidak ada kesengajaan dalam kebakaran ini. Semua terjadi atas kehendak Allah swt. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian ini. Aamiin!

Setidaknya, aparat pemerintahan mempunyai antisipasi yang lebih terhadap segala kemungkinan, termasuk terjadinya kebakaran. Tidak adanya alat Pemadam Kebakaran (Damkar) menjadi pemikiran yang serius untuk masa-masa yang akan datang.

*) Masalembu, saat berita ini ditulis masih berkabung dengan adanya musibah kebakaran.
*) Tempat kejadian tepat di seberang gardu PDIP, di timurnya Pasar Masalembu

Laporan  Rusdi Umar dari Masalembu
Lebih baru Lebih lama